Negosiasi merupakan salah satu faktor
terpenting dalam mengkomunikasikan keinginan kita terhadap pihak orang
lain. Keinginan yang telah kita susun rapih dalam suatu proyek kegiatan/
program yang akan dilaksanakan baik itu pada skala kecil maupun
besar, dengan memerlukan pihak lain dalam mensukseskan proyek kegiatan/
program tersebut ditentukan berhasil atau tidaknya dengan proses
negosiasi. Jikalau negosiasi kita kurang baik maka respon yang diterima
pihak lain kepada kita ataupun program kita itu kurang pula, yang lebih
jelek lagi jikalau mereka berpikiran buruk terhadap program kita serta
semua yang menjadi ruang lingkup kegiatan di luar program kita. Para
pengusaha besar di amerika menempatkan negosiasi pada tingkat pertama,
mereka berani membayar mahal kepada karyawannya yang dapat bernegosiasi
dengan baik. Karena begitu pentingnya negosiasi, maka kita sebaiknya
mencoba menerapkan negosiasi ini menjadi faktor terpenting dalam setiap
kegiatan, serta mengkonsentrasikannya, selain dari itu diperlukan
kesiapan dan langkah-langkah awal untuk menjadi negosiator yang baik.
Setiap orang bisa menjadi negosiator yang
baik, walaupun tidak bisa dihindari adanya anggapan faktor bakat pada
individu tertentu. Materi yang digunakan menuju negosiator yang baik
adalah komunikasi, atau yang lebih populer lagi yaitu komunikasi
efektif.
Dalam pembahasan ini lebih banyak
ditujukan kepada lawan bicara dengan teman, untuk yang lainnya perlu
dianalisa terlebih dahulu latar belakangnya. Dibedakan kondisi dan
situasi serta bentuk komunikasinya.
Komunikasi
Definisi komunikasi yang diambil dari berbagai referensi :
- Komunikasi mengacu kepada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh ganggguan, terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik (J.A. Devito, 1997).
- Komunikasi adalah aktivitas menyampaikan apa yang ada di pikiran, konsep yang kita miliki, dan keinginan yang ingin kita sampaikan pada orang lain.
- Komunikasi adalah seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan.
- Komunikasi adalah information interchange yakni pertukaran informasi yang dapat dilangsungkan melalui berbagai media interface.(Rid.)
Jenis Komunikasi :
- Komunikasi dengan diri sendiri (intrapribadi) hal ini diperlukan oleh setiap individu terutama dalam hal pengevaluasian terhadap ucapan, tingkah laku kita ataupun progress (kemajuan) hidup kita, selain dari itu juga komunikasi intrapribadi berfungsi sebagai psikiater jiwa kita, baik itu dalam meyakinkan diri kita, meyakinkan kepercayaan diri kita, ataupun dalam hal mempertimbangkan keputusan.
- Komunikasi antarpribadi : komunikasi antar satu individu dengan satu individu yang lainnya, dalam berinteraksi dengan orang lain, dari suami ke istri dan sebaliknya, dari teman ke teman lainnya untuk membina hubungan dan memeliharanya.
- Komunikasi satu individu dengan kumpulan individu
- Komunikasi antar kumpulan individu dengan kumpulan individu yang lainnya, baik yang berupa buah pikir yang kolektif ataupun sebuah karakter , budaya kelompok satu dengan kelompok lainnya, misalnya komunikasi budaya.
Bentuk komunikasi
1. Visible comunication : komunikasi yang terlihat oleh mata dan terdengar oleh panca indera, komunikasi ini terdiri dari :
- Komunkasi verbal : komunikasi dengan menggunakan kata-kata atau dengan secara lisan
- Komunikasi non verbal : deengan menggunakan gerak tubuh (tangan mulut, wajah, kaki, baju, penampilan, tindak-tanduk sehari-hari)
2. Invisible comunication :
komunikasi yang hanya bisa dirasakan oleh jiwa kita, setiap orang
memiliki bentuk komunikasi ini hanya pengalaman dan konsentrasi yang
baik yang menentukannya.
Komunikasi Effektif :
Komunikasi dengan menempatkan ketepatan
kepada orang lain untuk jelas, paham serta setuju dengan sumber
komunikasi pada yang utama. Sehingga rumus komunikasi efektif adalah :
R(penerima)/S(pengirim) = 1 . Nilai satu disana berarti tepatnya
penyampaian tidak ada penyampaian yang tercecer sehingga membuat
penerima tidak jelas, paham ataupun tidak setuju dengan sumber informasi
(pengirim).
Perlu kita pahami bahwa dalam
berkomunikasi tingkat keefektifan berbeda-beda, dan memang sukar untuk
mendapatkan komunikasi efektif yang 100 %, paling sedikitnya 1% kita
menggunakan daerah toleran komunikasi yang masih bisa di maklumi, tetapi
hindarilah daerah komunikasi tidak efektif yang akan menyebabkan
membaurnya informasi sehingga penerima tidak bisa paham dengan apa yang
dikatakan pengirim.
Daerah bukan komunikasi adalah daerah dimana tidak adanya ketersambungan informasi .
Negosiasi
Pengertian :
Negosiasi adalah proses tawar-menawar
dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai
kesepakatan antar pihak yang satu dengan pihak yang lain.
Negosiasi salah satu cara memepengaruhi orang lain
Dalam mempengaruhi orang lain terhadap
pendapat kita negosiasi adalah salah satu cara yang baik, karena disana
akan terjadi yang namanya persetujuan kedua belah pihak, tanpa adanya
paksaan. Tidak dihindari pula dalam negosiasi ini berupa konteks yang
monolog (mentoring) jika yang diajak bicara oleh kita adalah orang yang
lebih muda ( yang mau diajak monolog). Ataupun dengan jalan pencarian
solusi bersama-sama dengan cara kita mengarahkan pada keinginan kita.
Bentuk negosiasi :
1. Negosiasi secara langsung artinya berhadapan langsung dengan kita.
2. Negosiasi tidak langsung, misalnya dengan melalui telepon.
Tips Penggunaan Komunikasi Efektif Dalam Negosiasi langsung
1. Proactive Comunication .Komunikasi yang diambil adalah komunikasi yang proaktif bukan yang reaktif.
Contoh kata-kata reaktif : tapi kan.. ,
hal itu buruk sekali.., kamu berpendapat salah, aku kan benar, hal itu
tidak logis, ah itu hanya kata-kata klise, hal itu hal yang terpaksa,
hal itu takkan pernah bisa.
Contoh kata-kata proaktif : sebaiknya
bagaimana?, ada baiknya jikalau hal itu kita minimalisasikan,
mudah-mudahan pendapatku ini lebih baik dari yang tadi, mari kita cari
solusi yang terbaik, pasti kita akan menemukan jalan lain, aku
memilihnya, aku meyakininya, yuk kita telaah lebih dalam.
2. Find the word . Berlatihlah
untuk mendapatkan kata-kata tepat yang tidak membuat orang lain bingung
dengan keambiguan , misalnya ada sebuah kalimat “kedudukan tinggi
termostat berapa?” pertanyaan ini ada dua pengertian yang pertama suhu
yang kedua tinggi termostatnya.
3. Avoid debate, karena
perdebatan timbul dikarenakan perkataan kita yang membingungkan, ataupun
kata-kata kita yang tidak dipahami oleh lawan kita. Berhenti sejenak,
persilahkan mereka berbicara, akui apabila kita berbicara yang salah,
tanpa pembenaran, lalu kita klarifikasi ke arah kata-kata yang benar.
4. Explain before bargain,
penawaran dilakukan setelah orang tersebut paham. Orang paham tidak
selalu setuju, minimal orang yang paham memiliki kata-kata kita,
walaupun tidak setuju. Sebaiknya setelah paham tariklah menuju daerah
persetujuan dengan proses penawaran keinginan kita.
5. Creative learning :
- Mendengarkan Dengan visible atau invisible comunication: Mendengarkan dengan mata, hati dan telingamu, mendengarkan dengan telinga saja tidak cukup karena hanya 7 % komunikasi yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkan, yang selebihnya berasal dari bahasa tubuh (53 %) dan dengan nada/ perasaan adalah 40%.
- Mendengarkan apa yang tidak diucapkan, biasanya seluruh perkataan yang disampaikan orang lain belum tentu apa yang tersembunyi dalam hatinya, maka dengarlah lebih jauh maksud hatinya (tidak dengan spekulasi, bisa dilihat dengan gerak-gerik ataupun cara bicara mereka). (simulasi konsentrasi “sama”)
- Selami perasaan mereka, berusahalah memekai kacamata mereka, agar paham apa yang mereka lihat ataupun yang mereka rasakan. Misalnya, jikalau mereka memakai kacamata dengan kaca hijau , maka kita berusaha untuk merasakan bagaimana rasanya memakai kaca mata hijau. Kalau kita tetap bersikeras pada saat itu mempertahankan kacamata yang berbeda maka yang terjadi adalah konflik. Sewaktu kita menyampaikan sesuatu yang berat maka rasakanlah jikalau kita menjadi mereka, dan mendapatkan informasi yang sama beratnya. Tetapi dalam hal ini bukan berarti kita tidak menyampaikannya . Maksimalkan seluruh potensi perasaan kita terhadap mereka itu yang lebih penting, dengan demikian kita memiliki waktu yang tepat untuk menyampaikan informasi yang berat tersebut. (simulasi ganda gambar)
- Bersikaplah seperti cermin, cermin kan tidak menghakimi. Cermin tidak memberikan nasihat. Cermin hanya memantulkan. Bersikap seperti cermin maksudnya mengulangi kata-kata sendiri bukan mengulangi kata-kata yang sama, mengulangi maknanya, bukan mengulangi kata-perkata, disinilah akan terasakan keajaiban komunikasi dari hasil creative learning (perlu dicoba).
7. Use Sosiosentrik less egosentrik,
Kadang kita memiliki ilmu dengan kata-kata yang tinggi, maka hal itu
akan menyebabkan egosentrik kalau tidak sesuai dengan keadaan, tetapi
pakailah kata-kata sosiosentrik yang memasyarakat, dengan kondisi lawan
bicara, baik berupa dalil-dalil, maupun hal-hal yang lainnya.
8. Equipt something good, dalam berbicara kita sodorkan apa yang dia senangi, misalnya makanan kecil, dll.
Hal lain Yang Perlu Diketahui:
Hal lain Yang Perlu Diketahui:
Tips non verbal ketika berkomunisi dalam negosiasi:
- Perilaku hangat
- Menatap matanya secara langsung (dengan lembut/segar bukan tajam) (bukan kepada lawan jenis, kecuali yang dinegosiasikan di forum).
- Sentuhlah tangannya, ataupun pahanya (sejenis).
- Senyum
- Wajah riang
- Membuat suasana wajah lucu
- Duduk tepat didapannya
- Jangan melihat apapun kecuali seluruh yang dihadapannya (lawan bicaranya)
- Ekspresif
Komunikasi efektif memang sangat
diperlukan dalam proses negosiasi, untuk membuat ketertarikan, karena
poin penting dari negosiasi yang berhasil adalah (tidak mutlak)
1. Timbulnya pemahaman menuju persetujuan
2. Timbulnya rasa senang dalam menerima negosiasi
3. Pengaruh pada sikap
